1. Resume /
ringkasan
SIM adalah
suatu sistem yang meneyediakan informasi untuk menejer secara teratur. Dan
informasi ini bermanfaat sebagai dasar untuk kegiatan pemantauan, dan penilaian
kegiatan serta hasil – hasil yang dicapai. Menurut Gordon Davis (1994),
mengartikan sistem informasi manajemen sebagai sebuah sistem manusia/mesin yang
terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi manajemen dan
pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
Mcleod
(1995) mendefinisikan Sistem Informasi manajemen (SIM) sebagai suatu sistem
berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pemakai dengan kebutuhan
yang serupa.
Hal – hal
yang perlu mendapatkan perhatian dalam SIM adalah :
1. Perlu
didefinisikan jenis informasi yang dibutuhkan
2. Perlu ditentukan
sumber data dan informasi yang dibutuhkan
3. Perlu
ditentukan siapa yang membutuhkan informasi dan kapan.
4. Perlu
dikomunikasikan informasi itu secara tepat, terpercaya kepada para pengguna.
Beberapa
persyaratan agar informasi yang dibutuhkan dapat berfungsi, bermanfaat bagi
para pengambil keputusan dan pengguna lainya: 1) uniformity; 2) lengkap; 3)
Jelas dan 4) tepat waktu.
SIM yang
efektif adalah SIM yang dapat berfungsi dalam proses pengambilan keputusan dan
pemecahan masalah yang lebih baik. Hal tersebut dapat tercapai dengan
disediakannya informasi yang sesuai kebutuhan, baik secara jumlah, kualitas,
waktu, maupun biaya.
KONSEP DASAR
1. Pengertian
Tiga konsep
Sistem Informasi Manajemen yang saling berkaiatan, ketiga konsep itu adalah :
1. Menurut
Gordon B. Davis (1974) yang dialih bahasakan Aceng Muhtaram Mirfani dalam “
Sistem Informasi pendidikan dan Ketatausahaan Sekolah “ dari buku Administrasi
Pendidikan (1992 : 128) bahwa : Sistem informasi manajemen merupakan sebuah
sistem manusia/ mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung
fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
2. Menurut
Suhardiman Yuwono dalam Ensiklopedi Administrasi (1989: 264) adalah keseluruhan
jaringan informasi yang ditujukan kepada pemimpin untuk keperluan pelaksanaan
fungsi manajemen bagi pmimpin terutama dalam menentukan keputusan yang tepat.
3. Menurut The Liang
Gie (1976) sebagai : Keseluruhan jalinan hubungan dan jaringan lalu lintas
keteranagan – keteranagn dalam organisasi mulai dari sumber yang melahirkan
bahan keteranagan melalui proses pengumpulan, pengolahan, penahanan, sampai
penyebaran kepada para pejabat yang dapat berkepentingan dapat melaksanakan
tugas – tugas dengan sebaik – baiknya dan berakhir pada pimpinan untuk mebuat
keputusan yang tepat dan cepat.
Dari
pengertian – pengertian di atas penulis menyimpulkan bahawa konsep sistem
informasi manajemen memiliki beberapa karakteristik :
1. Dalam suatu
organisasi terdapat bagian khusus sebagai pengelola SIM
2. SIM
merupakan jalinan laulintas data dan nformasi dari setiap bagian di dalam
organisasi yang terpusat di bagian SIM
3. SIM
merupakan jalinan hubungan antar bagian dalam organisasi melalui satu bagian
SIM
4. SIM
merupakan segenap proses yang mencakup : a)pengumpulan data; b)pengolahan data;
c)penyimpanan data; d)pengambilan data; e) penyebaran informasi dengan cepat
dan tepat
5. SIM
bertujuan agar para pelaksana dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar
serta pimpinan dapat membuat keputusaan dengan cepat dan tepat.
6. Komponen –
Komponen Sistem Informasi Manajemen
Unsur –
unsur SIM meliputi unsur sistem, unsur informasi, unsur manajemen
1. Sistem
Sistem
adalah seperangkat komponen yang terdiri dua atau lebih, yang saling
berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain, untuk mencapai tujuan
bersama. Pengertian ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Prajudio
Atmosudirdjo (1979 : 231)
Jika suatu
sistem tertentu diidentifikasi, maka sering terdapat sejumlah sistem yang lebih
kecil, yaitu yang dinamakan subsistem. Bila terus didanalisis, akan sampai pada
elemen – elemen dasarnya. Seperti yang dijelaskan oleh Burch dan Strater (
1974:9)
Setiap
bagian dalam organisasi selalu membutuhkan keputusan yang cepat dan tepat. Juga
membutuhkan bagian – bagian yang lain untuk membuat keputusan, apalagi top
manajernya. Keputusan yang dicetuskan sangat tergantung pada data – data
/informasi dari berbagai subsistem. Maka disinilah perlu dirancang sistem
informasi manajemen, sehingga ajaransistem dapat dianggap sebagai metode untuk
memecahkan masalah.
Dengan
menggunakan pendekatan sistem dalam proses manajemen, diharapakan pengelolaan
data dapat dihasilkan informasi yang cepat, tepat dan akurat dengan melalui
analisis yang rasional dan ilmiah.
1. Informasi
Merupakan
unsur inti dalam sistem informasi manajemen. Karena informasi inilah yang
dijadikan sebagai sistem, dan dikelola dengan pendekatan sistem. Informasi
sangat erat hubungannya dengan data. Data merupakan bentuk jamak dari datum,
yang berarti “kenyataan, catatan”.
Data adalah
hal, peristiwa atau kenyataan lainnya apapun yang mengandung sesuatu
pengetahuan untuk dijadikan dasar guna menyususn keterangan, pembuatan kesimpulan
atau penetapan keputusan.
Pengertian
data dalam sistem informasi manajemen, merupakan hasil dari kajian – kajian
ilmiah dan dapat didapatkan secara ilmiah pula. N.A. Ametembun (1980:137).
Proses
penyajian informasi yang dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data,
penyimpanan data sampai kepada terciptanya informasi yang diterima pembuat
keputusan, perlu dikelola dengan baik. Seperti gambaran dari R. Coleman dan
M.J. Riley (1973:135)
Perlu
dipahami bersama bahwa informasi yang dimaksud dalam hal ini adalah data – data
yang telah diolah menjadi bentuk yang bermakna bagi penerima dan berguna bagi
pembuatan keputusan – keputusan, sekarang dan yang akan datang.
Implemen
tasi dalam proses disekolah seperti bila catatan mingguan seorang guru tentang
kehadiran siswa selama satu catur wulan yang belum atau tidak dikaitkan dengan
kepentingan suatu tindakan, seperti apa yang harus diambil terhadap siswa
tertentu yang absen sebanyak sekian kali, hanyalah merupakan data berkala. Akan
tetapi disaat keputusan harus dibuatnya, manakala seorang siswa absen melebihi
ketentuan toleransi yang di bolehkan, maka dari data tersebut guru akan
memperoleh informasi setelah setelah terlebih dahulu melakukan pemeriksaan,
pemilihan dan perhitungan. Artinya ada proses tertentu yang ditempuh sehingga
data yang digunakan itu memberi makna bagi pengambilan keputusan.
Berikut ini
adalah gambaran data yang diolah dengan proses komputer menjadi informasi, yang
menunjukan hubungan fakta, data, arsip dan informasi.